Kemudahan Ekspor Ke Amerika Untuk Meningkatkan Bisnis

Kemudahan Ekspor Ke Amerika Untuk Meningkatkan Bisnis

Indonesia memiliki potensi besar ekspor ke Amerika pada beberapa komoditas sekaligus. Amerika merupakan salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di samping Uni Eropa dan Tiongkok. Mata uang Dolar Amerika sampai saat ini masih yang terkuat selain Euro. Rasanya Tiongkok masih agak sulit mengejar pesona Dolar melalui Yen.

Meskipun pandemi telah mengubah wajah ekonomi dan pergerakan berbagai komoditas, sampai saat ini Indonesia masih melakukan ekspor ke Amerika. Barang komoditas ekspor utamanya adalah kopi, apparel, beberapa komoditas non migas dan sedikit komoditas migas. Indonesia tidak mengekspor migas terlalu banyak, karena pemasok utama mereka dari UEA.

Alasan Mengapa Indonesia Harus Ekspor ke Amerika

Mengapa Indonesia juga mengekspor barang yang dibutuhkan ke Amerika? Karena Indonesia mampu memproduksi barang yang dibutuhkan Amerika dalam jumlah besar. Sementara Amerika tidak mampu memproduksi sendiri barang yang bisa dibelinya dari Indonesia. Salah satu komoditas yang paling dominan diekspor ke Amerika adalah kopi.

Pada 2019, sebanyak 58.666 ton kopi sudah tercatat dalam laporan ekspor ke Amerika. Ini berarti sebanyak 16, 49% kopi ekspor Indonesia dikirim ke Ameria. Angka ini setara dengan total ekspor kopi ke selain 16 negara dengan ekspor kopi terbanyak dari Indonesia.

Tidak hanya kopi, komoditas lain seperti apparel, karet, alat elektronik dan furniture juga menjadi komoditas utama ekspor Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk meningkatkan nilai ekspor ke Amerika.

Namun sayangnya selama pandemi ini BPS melaporkan adanya penurunan sebanyak 0.8 persen total ekspor non migas ke Amerika dibandingkan tahun 2019. Ini disebabkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia. Termasuk Indonesia dan Amerika. Tidak mengapa, di masa new normal, ekspor ke Amerika dapat terus ditingkatkan.

Sementara itu, sampai tahun 2020 ini Indonesia merupakan satu-satunya negara yang mendapat fasilitas Generalized System of Preference (GSP). Sistem ini memungkinkan Indonesia bebas bea masuk saat melakukan ekspor ke Amerika. Kebijakan Amerika ini tidak lagi berlaku untuk negara India, Turki, dan beberapa negara lain di Asia.

Jadi, selain komoditas Indonesia sangat dibutuhkan oleh masyarakat Amerika, juga karena kran ekspor ke negara adidaya ini telah terbuka luas. Sehingga peningkatan nilai ekspor baik kopi maupun komoditas non migas lain perlu terus ditingkatkan. Sehingga neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika kembali mengalami surplus seperti tahun 2016-2017.

Potensi Ekspor Ke Amerika Untuk Bisnis

Ada 3 jenis komoditi ekspor Indonesia ke negara Amerika. Yaitu produk ekspor utama, produk ekspor potensial dan produk ekspor strategis. Beberapa komoditas ekspor utama yaitu kopi, apparel, footwear, karet dan furniture. Berbagai jenis kerajinan dari Indonesia seperti ukiran dan berbagai aksesories memang sangat laku di Amerika.

1. Produk Ekspor Apparel

Produk rumah kayu portabel dari Sumatera juga sempat merambah pasar Amerika. Untuk apparel, Amerika mendapat pasokan tekstil dan produk jadi seperti jas dari Jawa Barat. Seperti kita ketahui bahwa Bandung terkenal sebagai produsen tekstil dan segala produk jadi pakaian di Indonesia. Bahkan menjadi trendsetter pemuda ibukota.

Jangankan untuk ekspor ke Amerika, kebutuhan pasar apparel terbesar dalam negeri seperti Tanah Abang pun dipenuhi oleh pengrajin dari Jawa Barat. Selain itu, potensi ekspor pakaian jadi sangat mungkin dikembangkan dari kota produsen batik. Seperti Solo, Pekalongan dan Yogyakarta. Semakin banyak produk inovasi yang dihasilkan, semakin besar potensi ekspor kita.

2. Produk Ekspor Footwear

Siapa menyangka Indonesia telah melakukan ekspor ke Amerika berbentuk sandal dan sepatu dalam jumlah besar? Mungkin sangat jarang yang menyadari bahwa produk alas kaki lokal Indonesia saat ini telah menguasai pasar internasional. Sayangnya, generasi muda masih banyak yang merasa enggan memopulerkan produk dalam negeri.

Padahal jika ditelusuri, ada beberapa pabrik sepatu di Indonesia yang justru tidak memproduksi sepatunya untuk dijual di Indonesia. Seluruh produk mereka langsung diekspor ke luar negeri, termasuk Amerika. Sementara itu banyak masyarakat Indonesia yang lebih bangga memakai produk alas kaki buatan Tiongkok.

3. Produk Ekspor Karet

Untuk apa Amerika menerima impor karet dari Indonesia? Total nilai ekspor karet dari Indonesia ke USA tidaklah main-main. Bahkan mencapai angka 22% dari total nilai ekspor ke Amerika. Dengan produksi yang cukup stabil selam asatu dekade ini, Indonesia selalu mengekspor mayoritas hasil panen karet.

Hasil ekspor ke Amerika dalam wujud karet ini kemudian digunakan sebagai bahan berbagai industri. Di bidang otomotif karet digunakan untuk memproduksi ban dan segala perangkat yang membutuhkan kelenturan. Begitu juga di bidang kesehatan, karet digunakan untuk menciptakan berbagai alat kesehatan dan rumah tangga.

Sementara itu di Indonesia sendiri belum banyak perusahaan yang mengolah biji karet menjadi produk jadi. Rupanya industri pengolahan karet di Indonesia jauh tertinggal dan perlu banyak perbaikan. Disamping tentu saja, industri lain juga perlu mendapat perhatian.

4. Produk Ekspor Furniture

Produk furniture yang paling dinanti Amerika dari Indonesia adalah ukiran jepara dan berbagai hasil kerajinan alat rumah tangga. Indonesia memang terkenal dengan karya seni bernilai tinggi. Sehingga siapapun wisatawan yang datang baik mancanegara maupun domestik selalu terpesona dengan hasil karya tangan Indonesia.

5. Produk Ekspor Kopi

Selama ini ternyata kopi merupakan salah satu komoditas utama ekspor ke Amerika. Dari 685.800 ton produksi di tahun 2018, hampir 10 persennya diekspor ke Amerika. Data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik yang mengumpulkan data produksi dan ekspor impor kopi secara berkala. Selama ini Indonesia termasuk dalam negara penghasil kopi terbanyak dunia.

Selain beberapa komoditas utama tersebut, ada 7 produk potensial lain yang menjadi produk andalan. Seperti kayu, aksesoris, produk kimia, produk turunan dengan bahan utama kelapa sawit, sampai perhiasan dan mainan. Bahkan Indonesia juga mengekspor rambut artifisial ke Amerika.

Banyaknya komoditas ekspor, membuka potensi perdagangan yang lebih luas bagi bangsa Indonesia. Sudah selayaknya Indonesia tidak hanya mengandalkan produk impor. Segala komoditas yang mapu diproduksi di dalam negeri, hendaknya memiliki nilai tawar di mata internasional.

Potensi Ekonomi di Amerika

Banyaknya komoditas ekspor Indonesia ke AS menunjukkan bahwa posisi ekonomi Indonesia di mata AS memiliki nilai tawar yang baik. Selain memang hubugan bilateral kedua negara ini terjalin baik hingga sekarang. Namun dengan luasnya wilayah negara bagian Amerika, menunjukkan luas pula pangsa pasar ekspor Indonesia..

Pada 2020 ini Indonesia telah menawarkan skema Limited Trade Deal (LTD) untuk mengatur perdagangan antar dua negara. Dengan skema ini diharapkan nanti bebas bea masuk ekspor Indonesia ke Amerika  dapat berlaku secara permanen. Ini berlaku untuk komoditas khusus yang masuk dalam daftar GSP. Sementara untuk komoditas lain di atas 10% akan dipangkas sebesar 50%

Biaya ekspor ke Amerika yang semakin ringan dan mudah ini hendaknya menjadi pemicu bahwa ekonomi Indonesia siap bersaing di kancah internasional. Meskipun pandemi belum usai, namun pertumbuhan ekonomi harus tetap dipacu. Terutama untuk neraca perdagangan internasional, harus diupayakan untuk terus mengalami surplus.

Close Menu